Tips Mengatur Pembagian (Partisi) Harddisk

hardisk

Hardisk merupakan hardware yang sangat penting dan wajib terdapat pada sebuah PC, karena fungsinya yang sangat penting sekali, sekarang kapasitas hardisk sendiri telah mencapai 10 Terabyte,,,ruang yang amat besar untuk menyimpan berbagai macam file / data, tapi standarnya biasa yang terdapat pada PC desktop sekitar 160 GB sampai 320 GB tak jarang pula hingga 500 GB, nah melakukan Partisi pada hardisk berguna sekali agar lebih memudahkan kita mengorganisir jenis-jenis file, misalkan pada Drive C: untuk OS serta aplikasi-aplikasi anda di instal, kemudian pada Drive D: sebagai drive data anda, memang dalam melakukan Partisi tidak ada batasannya, berikut ada beberapa Tips sederhana tentang partisi hardisk.

– Yang perlu dicatat bahwa ketika anda membeli sebuah hardisk (misalkan 160 GB) maka tidak sepenuhnya hardisk itu memiliki ruang kosong sebanyak 160 GB, karena hardisk akan menggunakan sebagian memory untuk file systemnya jadi yang terbaca hanya sekitar 149 GB, sedangkan untuk Untuk 40 GB menjadi 37 GB, 160 GB = 149 GB, 250=232 GB, 320 = 298 GB, 500 GB = 465 GB, 640 = 596 GB, 1 TB (TeraByte) = 931 GB dan seterusnya, jadi untuk 160 GB kita tidak bisa membaginya secara rata 40GB pada 4 drive misalnya.

– Dalam melakukan Partisi sebaiknya Sesuai kebutuhan anda saja, misal pada hardisk 160 GB berikut pembagiannya

> 40 GB pada Drive C: digunakan sebagai Drive Instalasi OS, Program-program, serta file-file aplikasi windows, beri saja nama “WINDOWS” (perbanyak lagi jika anda menginginkan banyak aplikasi dalam PC anda)

> 60 GB pada Drive D: pakai sebagai tempat penyimpanan file multimedia anda seperti Video, Film-film serta file music anda, gambar-gambar, biasanya file multimedia seperti itu memiliki kapasitas yang cukup besar jadi Buat memory yang besar pada sektor ini.

> 49 GB pada Drive E: pada drive ini gunakan sebagai tempat penyimpanan data-data penting anda termasuk data-data office, agenda-agenda anda, untuk sektor ini file tidak terlalu banyak memakan memory hardisk.

Untuk lebih jelasnya mengenai Konversi data lihat disana

hardisk in

Memindah Lokasi My Document
pada settingan asli Windows penempatan Folder My Document terletak pada Drive C:, jika menurut saya Drive C: yang berisikan File-file system kurang aman bila sebagai tempat data, nah sekarang kita bisa pindahkan Folder tersebut pada Drive lainnya, My Document sendiri merupakan Folder Default windows yang menjadi tempat tujuan utama Ketika menyimpan file, berikut cara-caranya :

– Untuk mengubah agar My Documents membuka lokasi drive/folder lainnya, caranya dengan klik kanan My Documents dan pilih Properties kemudian klik tombol Move dan pilih lokasi baru tempat penyimpanan dokumennya, misalnya drive E:

move-my-documents

– Setelah lokasi di pindah/diubah, maka ketika kita menyimpan di My documents, data akan tersimpan di drive/folder baru tesebut ( contoh diatas drive E:), tidak tersimpan di drive C:

sekian deh Tips Mengatur Pembagian (Partisi) Harddisk pada PC, semoga berguna postingan saya ini,
salam…..

Sumber : ebsoft

2 Tanggapan

  1. wah,,,,thanks yah ats ilmu-ilmu barunya,,,,maju terus bro………

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: